Untuk Mengetahui Segala sistem managamen yang ada pada usaha kecil maka kita perlu lihat berbagai hal-hal yang dapat mendorong untuk sebuah sistem yang akan berjalan.
-Tentukan usaha apa yang hendak kita Jalankan :
didalam menentukan usaha yang akan kita ambil dan yang akan kita jalankan maka hal-hal yang sangat perlu di perhatikan adalah melakukan Konsultasi kepada Orang yang terdekat dengan Kita contoh Suami,Istri dan Keluarga
-siapkan Modal :
didalam membuat suatu usaha baik skala kecil maupun skala besar hal yang tidak luput adalah keuangan dengan keuangan yang ada akan dapat memudahkan kita untuk menentukan usaha kita.
-tempat / lokasi
lokasi dalam membuat usaha adalah hal yang juga tak kala penting dalam program ini,situasi hendak memilih di tempat yang sesuai dengan kategori usaha yang kita buat.
-Material { Pengadaan material }
material yang di maksud disini adalah segala perlengkapan yang hendak kita gunakan dalam usaha tersebut atau didalam wacana rencananya.
-Tujuan
didalam usaha kita harus mempunyai tujuan yang hendak dicapai tujuan tersebut harus secara kompak dan secara maksimal.
bersambung----
Rabu, 27 Mei 2015
Senin, 03 November 2014
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA SISTEM MANAJEMEN
Latar Belakang Terbentuknya Sistem Manajemen, Dimulai Dengan terjadi Revolusi Industri Besar-Besaran Yang Terjadi Di Negara Dominasi Eropa Salah satunya Negara Yang Pertama Mengalami revolusi Industri Yaitu Inggris Kemudian Menyebar keseluruh daratan eropa sampai ke benua amerika dan Sampai ke Seluruh Dunia,
Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah Nobel, Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya".[1]
Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.[2] Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia, (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia, (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak), (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan (4) adanya pasar bebas (kapitalisme).[3]
Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api.[4] Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.[5]
Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin pembakaran dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik
Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, René Descartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.
Istilah "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Beberapa sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan Nicholas Crafts berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi secara bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi.[6][7] Produk domestik bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi kapitalis modern.[8] Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis.[9] Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan tumbuhan pada masa Neolitikum.[10]
Revolusi Industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa Barat, Amerika Utara, Jepang, dan akhirnya ke seluruh dunia.
Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat. Seperti yang dinyatakan oleh pemenang Hadiah Nobel, Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat biasa mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Perilaku ekonomi yang seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya".[1]
Inggris memberikan landasan hukum dan budaya yang memungkinkan para pengusaha untuk merintis terjadinya Revolusi Industri.[2] Faktor kunci yang turut mendukung terjadinya Revolusi Industri antara lain: (1) Masa perdamaian dan stabilitas yang diikuti dengan penyatuan Inggris dan Skotlandia, (2) tidak ada hambatan dalam perdagangan antara Inggris dan Skotlandia, (3) aturan hukum (menghormati kesucian kontrak), (4) sistem hukum yang sederhana yang memungkinkan pembentukan saham gabungan perusahaan (korporasi), dan (4) adanya pasar bebas (kapitalisme).[3]
Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, dimana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur. Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya terusan, perbaikan jalan raya dan rel kereta api.[4] Adanya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian yang berbasis manufaktur menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk besar-besaran dari desa ke kota, dan pada akhirnya menyebabkan membengkaknya populasi di kota-kota besar di Inggris.[5]
Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin pembakaran dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik
Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Industri adalah terjadinya revolusi ilmu pengetahuan pada abad ke 16 dengan munculnya para ilmuwan seperti Francis Bacon, René Descartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science. Adapula faktor dari dalam seperti ketahanan politik dalam negeri, perkembangan kegiatan wiraswasta, jajahan Inggris yang luas dan kaya akan sumber daya alam.
Istilah "Revolusi Industri" sendiri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19. Beberapa sejarawan abad ke-20 seperti John Clapham dan Nicholas Crafts berpendapat bahwa proses perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi secara bertahap dan revolusi jangka panjang adalah sebuah ironi.[6][7] Produk domestik bruto (PDB) per kapita negara-negara di dunia meningkat setelah Revolusi Industri dan memunculkan sistem ekonomi kapitalis modern.[8] Revolusi Industri menandai dimulainya era pertumbuhan pendapatan per kapita dan pertumbuhan ekonomi kapitalis.[9] Revolusi Industri dianggap sebagai peristiwa paling penting yang pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan sejak domestikasi hewan dan tumbuhan pada masa Neolitikum.[10]
Minggu, 02 November 2014
Definisi dan Pengertian Organisasi
Definisi dan Pengertian Organisasi
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Pengertian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang (dua
atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian Pengorganisasian.
Seperti telah diuraikan sebelumnya
tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan
struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan
lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur
organisasi.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan
komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi
menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau
kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).
Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan
spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Pentingnya Perencanaan Dalam Organisasi
Pentingnya Perencanaan Dalam Organisasi
Dalam sebuah organisasi, kita mengenal adanya konsep POAC, Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. Keempat aspek ini merupakan satu kesatuan langkah sehingga jika tidak terlaksana salah satu, tentu perjalanan organisasi akan timpang.
Dalam aspek planning, perencanaan partisipatif merupakan salah satu teknik khusus untuk mengembangkan organisasi dan menampilkan seseorang sebagai sosok penting dalam organisasi.
Perencanaan
Di dalam proses perancanaan kegiatan organisasi, partisipasi setiap personal dalam organisasi sangat menentukan keberhasilan programyang dicanangkan organisasi.
Selanjutnya perencanaan yang melibatkan setiap orang dalam organsiasi kita namakan sebagai perencanaan partisipatif. Setiap aspek perencanaan disusun berdasarkan partisipasi setiap orang dalam organisasi. Dengan cara seperti ini, maka rasa tanggung jawab atas setiap PROGRAM
kegiatan organisasi tumbuh sebagai bagian integral diri.
Sebagai sebuah organisasi yang terdiri atas berbagai sosok dengan kemampuan masing-masing, maka sudah seharusnya untuk memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki. Pemberdayaan kompetensi ini sangat penting sebab organisasi adalah tanggungjawab bersama.
Untuk melibatkan secara aktif setiap orang, maka perencanaan partisipatif merupakan langkah konkritnya. Jika setiap personal terlibat dalam perencanaan PROGRAM
, maka setidaknya mereka
ikut menentukan hal-hal yang harus dilakukan dalam organisasi.
Implementasi konsep kebersamaan
Kebersamaan merupakan salah satu teknik unggul dalam mencapaikeberhasilan PROGRAM
kegiatan. Dengan
mengedepankan aspek kebersamaan berarti kita telah memberdayakan setiap orang
dalam organisasi atas tanggungjawabnya terhadap organisasi.
Penerapan perencanaan partisipatif, maka setiap orang terlibat dalam kegiatan bersama. Keterlibatan secara aktif dalam setiap kegiatan inilah yang sebenarnya merupakan tujuan dari perencanaan partisipatif ini.
Kita adalah bangsa yang memegang konsep hidup kebersamaan sehingga jika setiap personal organisasi ikut berperan dalam penyusunan rencana kerja ataupun rencana-rencana lain organisasi, maka itu merupakan implementasinya.
Sudah banyak melihat bahwa kebersamaan merupakan power positif untuk berbagai kegiatan kolektif dalam kehidupan organisasi ataumasyarakat. Hal ini sangat memungkinkan sebab dengan perencanaan partisipatif yang kita terapkan, setiap orang terlibat dan itu berarti setiap orang akan mengawal perjalanan PROGRAM
tersebut.
Tentunya mereka mempunyai kewajiban moral untuk keberhasilan PROGRAM
sebab di dalam PROGRAM
tersebut ada gagasan mereka.
Pengakuan atas kompetensi seseorang
Kita harus mengakui bahwa setiap orang yang terlibat dalam kegiatan mempunyai kompetensi tertentu. Kompetensi ini merupakan citra diri setiap orang. Setiap orang sangat bangga terhadap kompetensi dirinya.
Jika kita seorang pemimpin, maka penerapan konsep ini harus menjadi satu program khusus untuk pengembangan organisasi. Setidaknya kita berusaha membangkitkan sikap keikutsertaan pada setiap personil.
Keterlibatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk perencanaan partisipatif untuk setiap program yang akan dilaksanakan organisasi. Perencanaan partisipatif berarti sebuah perencanaan yang melibatkan setiap personil, khususnya yang mempunyai kemampuan sesuai kebutuhan.
Walaupun kita memberikan kesempatan secara terbuka kepada setiap orang dalam merencanakan program kegiatan organisasi, tetapi dalam hal ini bukan berarti setiap gagasan yang muncul langsung diterapkan sebagai bagian program.
Hal ini harus kita sinkronkan dengan visi dan misi yang kita usung setiap saatnya. Setidaknya dalam hal ini kita sudah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengutarakan gagasan yang mereka miliki.
Bagaimanapun, seharusnya setiap pimpinan organisasi harus menyadari bahwa perencanaan partisipatif merupakan langkah konkrituntuk keberhasilan program.
Keberhasilan ini disebabkan oleh sikap setiap personil dalam menjalankan program. Bagaimanapun kita harus yakin bahwa powersetiap personal sangat menentukan keberhasilan sebuah program, bukan pada baik buruknya program yang kita susun.
Dalam sebuah organisasi, kita mengenal adanya konsep POAC, Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. Keempat aspek ini merupakan satu kesatuan langkah sehingga jika tidak terlaksana salah satu, tentu perjalanan organisasi akan timpang.
Dalam aspek planning, perencanaan partisipatif merupakan salah satu teknik khusus untuk mengembangkan organisasi dan menampilkan seseorang sebagai sosok penting dalam organisasi.
Perencanaan
Di dalam proses perancanaan kegiatan organisasi, partisipasi setiap personal dalam organisasi sangat menentukan keberhasilan programyang dicanangkan organisasi.
Selanjutnya perencanaan yang melibatkan setiap orang dalam organsiasi kita namakan sebagai perencanaan partisipatif. Setiap aspek perencanaan disusun berdasarkan partisipasi setiap orang dalam organisasi. Dengan cara seperti ini, maka rasa tanggung jawab atas setiap PROGRAM
Sebagai sebuah organisasi yang terdiri atas berbagai sosok dengan kemampuan masing-masing, maka sudah seharusnya untuk memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki. Pemberdayaan kompetensi ini sangat penting sebab organisasi adalah tanggungjawab bersama.
Untuk melibatkan secara aktif setiap orang, maka perencanaan partisipatif merupakan langkah konkritnya. Jika setiap personal terlibat dalam perencanaan PROGRAM
Implementasi konsep kebersamaan
Kebersamaan merupakan salah satu teknik unggul dalam mencapaikeberhasilan PROGRAM
Penerapan perencanaan partisipatif, maka setiap orang terlibat dalam kegiatan bersama. Keterlibatan secara aktif dalam setiap kegiatan inilah yang sebenarnya merupakan tujuan dari perencanaan partisipatif ini.
Kita adalah bangsa yang memegang konsep hidup kebersamaan sehingga jika setiap personal organisasi ikut berperan dalam penyusunan rencana kerja ataupun rencana-rencana lain organisasi, maka itu merupakan implementasinya.
Sudah banyak melihat bahwa kebersamaan merupakan power positif untuk berbagai kegiatan kolektif dalam kehidupan organisasi ataumasyarakat. Hal ini sangat memungkinkan sebab dengan perencanaan partisipatif yang kita terapkan, setiap orang terlibat dan itu berarti setiap orang akan mengawal perjalanan PROGRAM
Tentunya mereka mempunyai kewajiban moral untuk keberhasilan PROGRAM
Pengakuan atas kompetensi seseorang
Kita harus mengakui bahwa setiap orang yang terlibat dalam kegiatan mempunyai kompetensi tertentu. Kompetensi ini merupakan citra diri setiap orang. Setiap orang sangat bangga terhadap kompetensi dirinya.
Jika kita seorang pemimpin, maka penerapan konsep ini harus menjadi satu program khusus untuk pengembangan organisasi. Setidaknya kita berusaha membangkitkan sikap keikutsertaan pada setiap personil.
Keterlibatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk perencanaan partisipatif untuk setiap program yang akan dilaksanakan organisasi. Perencanaan partisipatif berarti sebuah perencanaan yang melibatkan setiap personil, khususnya yang mempunyai kemampuan sesuai kebutuhan.
Walaupun kita memberikan kesempatan secara terbuka kepada setiap orang dalam merencanakan program kegiatan organisasi, tetapi dalam hal ini bukan berarti setiap gagasan yang muncul langsung diterapkan sebagai bagian program.
Hal ini harus kita sinkronkan dengan visi dan misi yang kita usung setiap saatnya. Setidaknya dalam hal ini kita sudah memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengutarakan gagasan yang mereka miliki.
Bagaimanapun, seharusnya setiap pimpinan organisasi harus menyadari bahwa perencanaan partisipatif merupakan langkah konkrituntuk keberhasilan program.
Keberhasilan ini disebabkan oleh sikap setiap personil dalam menjalankan program. Bagaimanapun kita harus yakin bahwa powersetiap personal sangat menentukan keberhasilan sebuah program, bukan pada baik buruknya program yang kita susun.
Rencana Strategis dan Operasional
Rencana Strategis dan Operasional
Pengertian Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang
bersifat
menyeluruh, memberikan rumusan ke mana perusahaan akan diarahkan, dan
bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan selama jangka waktu
tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan lingkungan.
Perencanaan Strategic (Strategic Plans) juga merupakan suatu proses
pemilihan
tujuan-tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan,
program-program
strategi yang diperlukan untuk tujuan-tujuan tersebut.
Ada 3 ( tiga ) alasan yang menunjukkan pentingnya Perencanaan Strategis :
1. Perencanaan strategic memberikan kerangka dasar dalam mana semua
bentukbentuk
perencanaan lainnya yang harus di ambil.
2. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman
bentuk-bentuk perencaaan lainnya.
3. Pemahaman terhadap perencanaan strategic akan mempermudah pemahaman
bentuk-bentuk perencaaan lainnya.
Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi
jelas
sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta
rencana-rencana
lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif.
Sehingga
dapat dikatakan bahwa perencanaan strategi dapat menentukan keberhasilan
organisasi atau perusahaan, hal ini disebabkan karena:
1. Perencanaan strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting
2. Melakukan perencanaan strategi berarti menetapkan misi organisasi secara
jelas
3. Perencanaan strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap
kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya
Perencanaan strategis tidak mengenal standar baku, dan prosesnya mempunyai
variasi
yang tidak terbatas. Tiap penerapan perlu merancang variasinya sendiri
sesuai
kebutuhan,situasi dan kondisi setempat.
MANFAAT DAN PERANAN RENCANA STRATEGIS
v Menentukan batasan usaha/bisnis. Memilih fokus bidang usaha yang akan
dikembangkan yang didasarkan pada semua lapisan manajemen.
v Memberikan arah perusahaan. Menentuan batasan usaha dan arah perusahaan
merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari atau
dihasilkan. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan dan
kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan.
v Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan. Rencana strategis menunjang
pengarahan dan pembentukan budaya perusahaan lewat proses interaksi,
tawar-menawar, atau komunikasi timbal-balik.
v Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.
v Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi.
v Memudahkan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan.
PENDEKATAN ATAU METODE PENYUSUNAN
RENCANA STRATEGIS
Pendekatan ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok berdasarkan
lingkup dan titik bahasan di satu pihak dan penekanan pada proses atau hasil di
lain pihak. Pada pengelompokan pertama, menurut Porter, terdapat pendekatan
klasik berhadapan dengan pendekatan non-klasik. Kemudian, pada kelompok kedua
terdapat pendekatan keperilakuan berhadapan dengan pendekatan administratif.
1. Pendekatan Klasik
Pendekatan klasik diperkenalkan oleh Porter untuk membedakan umum dengan
pendekatannya sendiri. Dalam analisis lingkungan dimasukkan semua faktor
lingkungan usaha, baik yang langsung maupun tidak langsung, sehingga bersifat
global.
Pendekatan ini relatif mudah karena dua hal: informasi yang disyaratkan
bersifat global dan teknik yang digunakan sederhana.
2. Pendekatan Non-Klasik
Pendekatan non-klasik atau pendekatan Porter ini menitikberatkan pada
analisis posisi persaingan, sehingga hanya lingkungan langsung perusahaan yang
relevan. Pendekatan ini mensyaratkan informasi yang cukup tentang pihak dalam
lingkungan persaingan tersebut. Hasilnya spesifik tentang strategi perusahaan
yang dipilih.
3. Pendekatan Administratif
Fokus pendekatan ini adalah dokumen resmi rencana strategis yang memenuhi
syarat yang berisi arah dan strategi perusahaan. Pendekatan ini kurang
memperhatikan faktor komitmen dan berbagai tingkat dan bidang manajemen.
4. Pendekatan Keperilakuan
Bertentangan dengan pendekatan administratif. Penekanan pendekatan ini
adalah manfaat utama dari suatu rencana strategis bukan pada hasil berupa
dokumen resmi, melainkan pada komitmen, kesepakatan, tingkah laku yang
dihasilkan dari proses penyusunan dokumen.
TAHAP DAN KERANGKA PENYUSUNAN
RENCANA STRATEGIS
v Perumusan misi perusahaan;
v Analisis keunggulan, kelemahan, kesempatan dan ancaman (SWOT);
v Penentuan arah, sasaran dan strategi;
PERENCANAAN OPERASIONAL
Perencanaan operasional adalah bagian dari rencana kerja strategis. Ini menggambarkan cara-cara jangka pendek mencapai tonggak dan menjelaskan bagaimana, atau apa sebagian, rencana strategis akan dimasukkan ke dalam operasi selama periode operasional yang diberikan, dalam kasus aplikasi komersial, satu tahun fiskal atau istilah lain anggaran yang diberikan. Rencana operasional adalah dasar untuk, dan pembenaran dari sebuah permintaan anggaran operasi tahunan. Oleh karena itu, rencana strategis lima tahun akan membutuhkan lima (5) rencana operasional didanai oleh lima anggaran operasional.
Rencana operasional harus menetapkan kegiatan dan anggaran untuk setiap bagian organisasi untuk 1 berikutnya - 3 tahun. Mereka menghubungkan rencana strategis dengan kegiatan organisasi akan memberikan dan sumber daya yang diperlukan untuk membebaskan mereka.
Rencana operasional menarik langsung dari rencana lembaga dan PROGRAM
strategis untuk menjelaskan
misi lembaga dan program dan tujuan, tujuan program, dan kegiatan program.
Seperti rencana strategis, rencana operasional alamat empat pertanyaan:
Dimana kita sekarang?
Kemana kita ingin menjadi?
Bagaimana kita sampai di sana?
Bagaimana kita mengukur kemajuan kita?
OP adalah baik yang pertama dan langkah terakhir dalam mempersiapkan permintaan anggaran operasional. Sebagai langkah pertama, OP menyediakan rencana untuk alokasi sumber daya; sebagai langkah terakhir, OP dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan kebijakan atau keputusan keuangan yang dibuat selama proses pengembangan anggaran.
Rencana operasional harus disiapkan oleh orang-orang yang akan terlibat dalam implementasi. Sering kali ada kebutuhan untuk lintas departemen yang signifikan dialog sebagai rencana yang dibuat oleh satu bagian organisasi pasti memiliki implikasi untuk bagian lain.
Rencana operasional harus memuat:
tujuan yang jelas
kegiatan yang akan disampaikan
standar mutu
hasil yang diinginkan
staf dan sumber daya persyaratan
jadwal pelaksanaan
proses untuk memantau kemajuan.
Rencana operasional adalah bagian ketiga dari menyelesaikan Rencana Strategis Anda. Ini mendefinisikan bagaimana Anda akan beroperasi dalam praktek untuk melaksanakan tindakan Anda dan rencana pemantauan - apa kebutuhan kapasitas Anda, bagaimana Anda akan terlibat sumber daya, bagaimana Anda akan menghadapi risiko, dan bagaimana Anda akan memastikan keberlanjutan pencapaian proyek.
Rencana Operasional biasanya tidak ada sebagai satu rencana mandiri tunggal, melainkan komponen kunci yang terintegrasi dengan bagian lain dari Rencana Strategis keseluruhan.
Komponen kunci dari Rencana Operasional lengkap termasuk analisis atau diskusi dari:
• Persyaratan Kapasitas Manusia dan Lain-lain - Kapasitas manusia dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan proyek Anda, dan sumber-sumber Anda saat ini dan potensi sumber daya tersebut. Juga, kapasitas lain kebutuhan yang diperlukan untuk mengimplementasikan proyek Anda (seperti sistem internal, struktur manajemen, mitra terlibat dan NOS Jaringan dan PO, dan kerangka kerja hukum yang mendukung).
• Persyaratan Keuangan - Dana yang diperlukan untuk melaksanakan proyek Anda, sumber-sumber Anda saat ini dan potensi dana, dan sumber daya Anda yang paling kritis dan kesenjangan pendanaan.
• Penilaian Risiko dan Strategi Mitigasi - Apa resiko yang ada dan bagaimana mereka dapat diatasi.
• Perkiraan Proyek Masa Hidup, Keberlanjutan, dan Strategi Keluar - Berapa lama proyek Anda akan bertahan, kapan dan bagaimana Anda akan keluar dari proyek Anda (jika itu layak dilakukan), dan bagaimana Anda akan memastikan kesinambungan prestasi proyek Anda.
Perencanaan operasional adalah bagian dari rencana kerja strategis. Ini menggambarkan cara-cara jangka pendek mencapai tonggak dan menjelaskan bagaimana, atau apa sebagian, rencana strategis akan dimasukkan ke dalam operasi selama periode operasional yang diberikan, dalam kasus aplikasi komersial, satu tahun fiskal atau istilah lain anggaran yang diberikan. Rencana operasional adalah dasar untuk, dan pembenaran dari sebuah permintaan anggaran operasi tahunan. Oleh karena itu, rencana strategis lima tahun akan membutuhkan lima (5) rencana operasional didanai oleh lima anggaran operasional.
Rencana operasional harus menetapkan kegiatan dan anggaran untuk setiap bagian organisasi untuk 1 berikutnya - 3 tahun. Mereka menghubungkan rencana strategis dengan kegiatan organisasi akan memberikan dan sumber daya yang diperlukan untuk membebaskan mereka.
Rencana operasional menarik langsung dari rencana lembaga dan PROGRAM
Dimana kita sekarang?
Kemana kita ingin menjadi?
Bagaimana kita sampai di sana?
Bagaimana kita mengukur kemajuan kita?
OP adalah baik yang pertama dan langkah terakhir dalam mempersiapkan permintaan anggaran operasional. Sebagai langkah pertama, OP menyediakan rencana untuk alokasi sumber daya; sebagai langkah terakhir, OP dapat dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan kebijakan atau keputusan keuangan yang dibuat selama proses pengembangan anggaran.
Rencana operasional harus disiapkan oleh orang-orang yang akan terlibat dalam implementasi. Sering kali ada kebutuhan untuk lintas departemen yang signifikan dialog sebagai rencana yang dibuat oleh satu bagian organisasi pasti memiliki implikasi untuk bagian lain.
Rencana operasional harus memuat:
tujuan yang jelas
kegiatan yang akan disampaikan
standar mutu
hasil yang diinginkan
staf dan sumber daya persyaratan
jadwal pelaksanaan
proses untuk memantau kemajuan.
Rencana operasional adalah bagian ketiga dari menyelesaikan Rencana Strategis Anda. Ini mendefinisikan bagaimana Anda akan beroperasi dalam praktek untuk melaksanakan tindakan Anda dan rencana pemantauan - apa kebutuhan kapasitas Anda, bagaimana Anda akan terlibat sumber daya, bagaimana Anda akan menghadapi risiko, dan bagaimana Anda akan memastikan keberlanjutan pencapaian proyek.
Rencana Operasional biasanya tidak ada sebagai satu rencana mandiri tunggal, melainkan komponen kunci yang terintegrasi dengan bagian lain dari Rencana Strategis keseluruhan.
Komponen kunci dari Rencana Operasional lengkap termasuk analisis atau diskusi dari:
• Persyaratan Kapasitas Manusia dan Lain-lain - Kapasitas manusia dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan proyek Anda, dan sumber-sumber Anda saat ini dan potensi sumber daya tersebut. Juga, kapasitas lain kebutuhan yang diperlukan untuk mengimplementasikan proyek Anda (seperti sistem internal, struktur manajemen, mitra terlibat dan NOS Jaringan dan PO, dan kerangka kerja hukum yang mendukung).
• Persyaratan Keuangan - Dana yang diperlukan untuk melaksanakan proyek Anda, sumber-sumber Anda saat ini dan potensi dana, dan sumber daya Anda yang paling kritis dan kesenjangan pendanaan.
• Penilaian Risiko dan Strategi Mitigasi - Apa resiko yang ada dan bagaimana mereka dapat diatasi.
• Perkiraan Proyek Masa Hidup, Keberlanjutan, dan Strategi Keluar - Berapa lama proyek Anda akan bertahan, kapan dan bagaimana Anda akan keluar dari proyek Anda (jika itu layak dilakukan), dan bagaimana Anda akan memastikan kesinambungan prestasi proyek Anda.
Definition
of Strategic Planning
Corporate strategic planning is a long-term plans that are
thorough, giving formula to which companies are directed, and
how resources are allocated to achieve the objectives for the period
specified in a variety of possible circumstances.
Strategic Planning (Strategic Plans) is also a selection process
organizational goals, determining strategies, policies, PROGRAMS
strategies needed for such purposes.
There are 3 (three) reasons that show the importance of Strategic Planning:
1. Strategic Planning provides the basic framework within which all other forms of planning that must be taken.
2. Understanding of strategic planning will facilitate the understanding of other forms ofplanning is.
3. Understanding of strategic planning will facilitate the understanding of other forms ofplanning is.
Given this strategic planning will be a clear conception of the company
so it will facilitate in formulating objectives and plans
another and can direct organizational resources effectively. so that
can be said that strategic planning can determine the success
organization or company, this is because:
1. Strategic planning is the most important type of planning
2. Conduct strategic planning means setting a clear organizational mission
3. Strategic planning enables managers to prepare for
the possibility of changes in environmental organizations
Strategic planning does not know the standard, and the process has
variation
is not limited. Each application needs to devise their own variations according
needs, circumstances and local conditions.
Corporate strategic planning is a long-term plans that are
thorough, giving formula to which companies are directed, and
how resources are allocated to achieve the objectives for the period
specified in a variety of possible circumstances.
Strategic Planning (Strategic Plans) is also a selection process
organizational goals, determining strategies, policies, PROGRAMS
strategies needed for such purposes.
There are 3 (three) reasons that show the importance of Strategic Planning:
1. Strategic Planning provides the basic framework within which all other forms of planning that must be taken.
2. Understanding of strategic planning will facilitate the understanding of other forms ofplanning is.
3. Understanding of strategic planning will facilitate the understanding of other forms ofplanning is.
Given this strategic planning will be a clear conception of the company
so it will facilitate in formulating objectives and plans
another and can direct organizational resources effectively. so that
can be said that strategic planning can determine the success
organization or company, this is because:
1. Strategic planning is the most important type of planning
2. Conduct strategic planning means setting a clear organizational mission
3. Strategic planning enables managers to prepare for
the possibility of changes in environmental organizations
Strategic planning does not know the standard, and the process has
variation
is not limited. Each application needs to devise their own variations according
needs, circumstances and local conditions.
BENEFITS AND THE ROLE OF STRATEGIC PLAN
Determine the limits of business / business. Selecting the focus area of business that will be developed based on all layers of management.
Provide direction of the company. Menentuan business boundaries and direction of the company are two sides of same coin which underlies or produced. Secondly it is the basis of priority setting corporate policy and action in the face of environmental change.
Directing and shaping corporate culture. Strategic plan to support the direction and the formation of corporate culture through a process of interaction, bargaining, or reciprocal communication.
Maintain a consistent policy and appropriate.
Maintain flexibility and stability operations.
Facilitate the preparation of the annual activity plan and budget.
OR METHOD OF MAKING APPROACH
STRATEGIC PLAN
This approach can be categorized into two groups based on the scope and point of discussion on the one hand and the emphasis on process or outcome on the other. In the first grouping, according to Porter, there is a classical approach to dealing with non-classical approach. Then, in the second group there are behavioral approach to dealing with the administrative approach.
1. Classical Approach
The classical approach was introduced by Porter to distinguish common with their own approach. In the environmental analysis included all factors of business environment, either directly or indirectly, so it is global.
This approach is relatively easy because of two things: the information required is global and simple techniques used.
2. Non-Classical Approach
Non-classical approach or the approach focuses on the analysis of Porter's competitive position, so that only the immediate environment of the relevant companies. This approach requires that sufficient information about the parties in the competitive environment. Results are specific about the strategies selected companies.
3. Administrative Approach
The focus of this approach is an official document of strategic plans containing qualified direction and corporate strategy. This approach is less attention to factors and varying levels of commitment and management areas.
4. Behavioral Approach
Contrary to the administrative approach. The emphasis of this approach are the main benefits of a strategic plan rather than on the results of official documents, but on the commitments, agreements, behaviors resulting from the process of drafting the document.
STAGE AND FRAMEWORK ARRANGEMENT
STRATEGIC PLAN
Formulation of the company's mission;
Analysis of advantages, weaknesses, opportunities and threats (SWOT);
Determination of the direction, objectives and strategies;
Identify the programs and financial projections.
Determine the limits of business / business. Selecting the focus area of business that will be developed based on all layers of management.
Provide direction of the company. Menentuan business boundaries and direction of the company are two sides of same coin which underlies or produced. Secondly it is the basis of priority setting corporate policy and action in the face of environmental change.
Directing and shaping corporate culture. Strategic plan to support the direction and the formation of corporate culture through a process of interaction, bargaining, or reciprocal communication.
Maintain a consistent policy and appropriate.
Maintain flexibility and stability operations.
Facilitate the preparation of the annual activity plan and budget.
OR METHOD OF MAKING APPROACH
STRATEGIC PLAN
This approach can be categorized into two groups based on the scope and point of discussion on the one hand and the emphasis on process or outcome on the other. In the first grouping, according to Porter, there is a classical approach to dealing with non-classical approach. Then, in the second group there are behavioral approach to dealing with the administrative approach.
1. Classical Approach
The classical approach was introduced by Porter to distinguish common with their own approach. In the environmental analysis included all factors of business environment, either directly or indirectly, so it is global.
This approach is relatively easy because of two things: the information required is global and simple techniques used.
2. Non-Classical Approach
Non-classical approach or the approach focuses on the analysis of Porter's competitive position, so that only the immediate environment of the relevant companies. This approach requires that sufficient information about the parties in the competitive environment. Results are specific about the strategies selected companies.
3. Administrative Approach
The focus of this approach is an official document of strategic plans containing qualified direction and corporate strategy. This approach is less attention to factors and varying levels of commitment and management areas.
4. Behavioral Approach
Contrary to the administrative approach. The emphasis of this approach are the main benefits of a strategic plan rather than on the results of official documents, but on the commitments, agreements, behaviors resulting from the process of drafting the document.
STAGE AND FRAMEWORK ARRANGEMENT
STRATEGIC PLAN
Formulation of the company's mission;
Analysis of advantages, weaknesses, opportunities and threats (SWOT);
Determination of the direction, objectives and strategies;
Identify the programs and financial projections.
OPERASIONAL PLANNING
Operational planning is a subset of strategic work plan. It describes
short-term ways of achieving milestones and explains how, or what portion of, a
strategic plan will be put into operation during a given operational period, in
the case of commercial application, a fiscal year or another given budgetary
term. An operational plan is the basis for, and justification of an annual
operating budget request. Therefore, a five-year strategic plan would need
five(5) operational plans funded by five operating budgets.
Operational plans should establish the activities and budgets for each part
of the organisation for the next 1 – 3 years. They link the strategic plan with
the activities the organization will deliver and the resources required to
deliver them.
An operational plan draws directly from agency and program strategic plans
to describe agency and program missions and goals, program objectives, and
program activities. Like a strategic plan, an operational plan addresses four
questions:
- Where are we now?
- Where do we want to be?
- How do we get there?
- How do we measure our progress?
The OP is both the first and the last step in preparing an operating budget
request. As the first step, the OP provides a plan for resource allocation; as
the last step, the OP may be modified to reflect policy decisions or financial
changes made during the budget development process.
Operational plans should be prepared by the people who will be involved in
implementation. There is often a need for significant cross-departmental
dialogue as plans created by one part of the organisation inevitably have
implications for other parts.
Operational plans should contain:
- clear objectives
- activities to be delivered
- quality standards
- desired outcomes
- staffing and resource requirements
- implementation timetables
- a process for monitoring progress.
Operational Plan is the third part of your completed Strategic Plan. It
defines how you will operate in practice to implement your action and
monitoring plans – what your capacity needs are, how you will engage resources,
how you will deal with risks, and how you will ensure sustainability of the
project’s achievements.
An Operational Plan does not normally exist as one single standalone plan;
rather the key components are integrated with the other parts of the overall
Strategic Plan.
The key components of a complete Operational Plan include analyses or
discussions of:
• Human and Other Capacity Requirements – The human capacity and skills
required to implement your project, and your current and potential sources of
these resources. Also, other capacity needs required to implement your project
(such as internal systems, management structures, engaged partners and Network
NOs and POs, and a supportive legal framework).
• Financial Requirements – The funding required to implement your project,
your current and potential sources of these funds, and your most critical
resource and funding gaps.
• Risk Assessment and Mitigation Strategy – What risks exist and how they
can be addressed.
• Estimate of Project Lifespan, Sustainability, and Exit Strategy – How
long your project will last, when and how you will exit your project (if
feasible to do so), and how you will ensure sustainability of your project’s
achievements.
Langganan:
Komentar (Atom)
